Pada tanggal 24-26 Desember 2010, saya berkesempatan jalan-jalan lagi ke Roma, Italia. Banyak yang bilang, jalan-jalan ke Roma pas hari raya Katolik bakal bikin rugi soalnya banyak museum, tourist attraction, dan restoran yang tutup. Buat saya, jalan-jalan ke Roma pre- dan post-Natalan artinya banyak special offer penerbangan dan hotel (kadang bisa super murah loh).
Nah, karena ini yang kedua kalinya saya ngunjungin Roma, pengetahuan saya tentang kota ini jadi lebih banyak. Saya ngga lagi takut nyasar kalau jalan-jalan sendirian. Yang paling menyenangkan, saya bisa belajar banyak hal tentang orang-orang Italia, khususnya Roma: kebiasaannya, kulturnya, dll.
Berikut ini hal-hal 'lumayan penting' yang perlu kamu ketahui sebelum ngunjungin Roma:
1. Standar hotel di Roma—ternyata—ngga bisa diliat dari jumlah bintangnya, melainkan dari harganya. Jadi jangan kaget kalau fasilitas hotel 'bintang empat' kadang lebih ancur daripada hotel 'bintang dua'. Paling enak yah memang nginep di hotel. Tapi kalau duitnya pas-pasan, mendingan nginep di youth hostel. Kalau prinsip saya, nginep di hotel berbintang yang bagus itu agak rugi karena cuma dipake buat tidur dan mandi. Nah, berhubung Roma itu kota turis, di setiap pojokan jalan kita pasti banyak ngeliat hostel. Harga hostel bisa macem-macem, tergantung musim dan fasilitasnya. Tapi dengan 20 Euro per orang per malam, kita udah bisa dapet hostel nyaman di tengah kota (termasuk sarapan loh). Saran saya: sebelum nge-book hostel, baca dulu review-nya di http://www.tripadvisor.com/ .
Mau nginep gratisan juga bisa. Saya belum pernah sih, tapi kalau mau nyobain, ini caranya.
2. Misalnya kamu belum pernah ke Roma dan punya waktu 2 hari di Roma, saya sarankan di hari pertama kamu ikut tur hop on-hop off pake bis double decker (20-25 Euro untuk seharian penuh), biar bisa tau tempat-tempat penting dan bersejarah di Roma yang wajib dikunjungi. Di hari kedua, kamu bisa keliling kota pake trem, subway dan bis umum dengan memanfaatkan whole day ticket (kalau di Roma namanya BIG atau Integrated Daily Ticket) yang harganya 4 Euro dan berlaku sampai jam 24.00 di hari yang sama. Kalau kamu punya waktu 3 hari atau lebih di Rome, ada banyak pilihan getting around Rome yang bisa kamu liat di sini
3. Jangan sayang ngeluarin uang buat makanan. It's Italy!Buat on-budget-traveller (seperti saya), ngeluarin uang buat makan makanan enak kayaknya lebih worthed daripada buat beli aksesoris oleh-oleh standar kayak gantungan kunci. Pizza atau pasta atau es krim home-made a la Italia yang super enak bisa kamu temuin di pizzeria atauristorante atau gelateria beneran, bukan di booth pinggir jalan. Kamu bisa kenyang dan puas makan di Italiano ristorante dengan budget mulai dari 10 Euro per orang. Kalau mau super kenyang, kamu bisa pesen satu porsi pizza yang harganya mulai 6 Euro. Buat saya pribadi, makan satu porsi pizza yang umumnya berdiameter 30 cm bisa bikin kamerkaan (istilah dalam bahasa Sunda yang artinya: saking kekenyangannya sampai ngga bisa berdiri). Highly recommended: Pizza quattro formaggi (pizza dengan topping 4 jenis keju) di Ristorante Zio Mario.
4. Ngga kayak kota-kota lain di Eropa yang pernah saya kunjungin, di Roma (dan kota-kota di Italia lainnya) saya jarang sekali nemuin McDonalds atau Burger King atau restoran fast foodlainnya. Venezia cuma punya 1 restoran McD, dan itu pun ngga buka 24 jam.
5. Awas copet! Copet-copet di Roma ngga kalah brutal sama copet-copet di kota besar Indonesia pada umumnya. Pokoknya saya sarankan untuk hati-hati, bukan cuma di kerumunan (subway, stasiun, tourist attraction, dll), tapi juga di tempat-tempat sepi (bahkan di gereja-gereja pun ada warning biar kita hati-hati sama pickpocket). Dan jangan pernah kelayapan sendirian keliling kota setelah jam 11 malem!
Btw, kamu juga harus menjaga paspor kamu hati-hati, karena di sana banyak kasus orang kehilangan paspor. Kenapa? Dari yang saya denger, paspor-paspor curian itu biasanya diperjual-belikan untuk orang-orang China Daratan yang pengen keluar negaranya secara 'legal'.
6. Saya pikir kelakuan orang Italia (khususnya Roma) di jalan raya ini hampir sama kayak orang Indonesia: nyetir sembarangan, parkir sembarangan, nerobos lampu merah sembarangan, nerobos gang sempit sembarangan, kebut-kebutan sembarangan, nyalahin orang sembarangan... Ampun!
Di Jerman, pejalan kaki dan pemakai sepeda adalah yang paling diistimewakan, makanya mereka ngga bakalan kesusahan kalau nyebrang jalan lewat zebra cross yang ngga ada rambu-rambu untuk pejalan kaki. Jangan harap itu bakal terjadi di Roma.
7. Sebagai cewek, saya ngerasa kalau jalan-jalan di Roma (dan Italia secara keseluruhan, terutama Milan) itu sedikit susah karena banyak distraksinya, yaitu COWOK GANTENG! Tipikal cowo Italia: warna rambut gelap (which is exactly my type :D), warna kulit coklat sempurna, warna mata gelap, rambut sedikit ikal, pokoknya bentuk mukanya bagus. Pemain bola Serie-A itu representatif yang pas dari cowok-cowok Italia pada umumnya. Bukan cuma eksmud dan mahasiswa biasa aja yang ganteng, tapi cowok-cowok kelas menengah ke bawah kayak bartender, waiter restoran, satpam, office boy hotel, tukang penjaga toko, dan bahkan tukang jualan (yang kalau di Bandung biasa disebut'mang-mang') pun ganteng.
Waktu ngunjungin Venezia beberapa bulan lalu, saya dan temen-temen cewek saya kesengsem sama tukang sayur—yes, tukang sayur—karena dia ganteng banget kayak pemain telenovela. Kita rela pura-pura milih jeruk dan tomat lama-lama biar bisa ngeliat dia. Nah, di Roma, cowo terganteng yang saya temui adalah seorang pastor muda yang saya liat di St Peter's Square, Vatikan. Pas saya denger dia ngomong bahasa Italia... aduhhh... lutut saya langsung lemes... Cuco' bo! Saya jadi mikir, orang-orang ganteng ini—walaupun cuma tukang sayur di Italia—kalau dateng ke Indonesia pasti bisa langsung jadi artis atau model celana dalem...
8. Cappuccino itu minuman di pagi hari. Jadi kalau di ristorante kamu mesen cappuccino bukan pas waktu sarapan... you hurt Italian people's feelings....
9. Sebelum ke Italia, saya sarankan untuk belajar bahasa tubuh orang Italia. Italia itu termasuk negara yang orang-orangnya sering banget menggunakan bahasa tubuh, terutama tangan. Kamu tau gerakan-gerakan tangan yang suka dilakukan pemain bola Serie-A kalau kena kartu kuning (yang kalau di Indonesia artinya 'Pak, minta makan, Pak...'? Jangan sembarangan diperagain, karena artinya bisa (a) "Apa?" atau "Kenapa?"; atau (b) "Saya sendirian"; atau (c) "What the f*ck?" alias ngajak berantem—tergantung arah dan kecepatan gerakannya. Cool, kan?
10. Dilarang pakai baju minim. Karena selain kamu—para cewek—bakal digangguin sama cowok-cowok di jalan ("Ciao bella ragazza! Donna calda! Witwiww"), kamu juga bakal dilarang masuk tempat-tempat penting misalnya St Peter's Basilica. No short pants, no tanktop, no tube top, no sleeveless top, no mini skirt, and no sandal... berlaku buat cewek dan cowok.


0 comments:
Post a Comment